Time is Brain (waktu adalah otak) dipilih menjadi tema "Program Clinic Meeting" yang merupakan program keilmuan yang digagas oleh komite medik RS berupa laporan kasus yang dilakukan oleh tenaga medis RS Griya Husada Madiun. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2026 di ruang pertemuan lt. 2 dan dihadiri oleh tenaga klinis (medis & kesehatan) RS.

Kegiatan ini merupakan upaya untuk menjaga dan meningkatkan kompetensi dan kapasitas tenaga kesehatan di RS Griya Husada agar bisa melayani dan memberikan tata laksana terhadap pasien dengan komprehensif dan lebih baik.

Diawali dengan laporan kasus Stroke Hemorrhagic oleh dr. Andre Anthony dengan pembimbing dr. Andi Prasetyawan, Sp. N., FMIN. Setelah penyampaian tersebut, dilanjutkan diskusi singkat oleh dokter spesialis neurologi (saraf) dr. Andi Prasetyawan, Sp. N., FMIN yang memiliki keahlian juga di bidang tatalaksana manajemen intervensi nyeri dengan materi diskusi "Time is Brain" pada stroke secara terintegrasi baik preventif, kuratif sampai dengan rehabilitatif.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang dirilis oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes), prevalensi stroke pada penduduk usia 15 tahun ke atas mencapai angka 8,3 per 1.000 penduduk. Stroke menempati posisi sebagai penyakit kematian tertinggi dan disabilitas utama di Indonesia. Untuk membantu pemahaman masyarakat sebagai upaya komprehensif melalui tenaga medis dikala pencegahan, pengobatan serta pemulihan, maka dapat mengakses informasi lengkap di bawah ini :


Apa Itu Stroke / CVA?


CVA (Cerebrovascular Accident) atau yang lebih dikenal sebagai stroke adalah kondisi ketika aliran darah ke otak terganggu atau terhenti sehingga sel-sel otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup. Akibatnya, jaringan otak dapat mengalami kerusakan dalam hitungan menit. Stroke merupakan keadaan gawat darurat medis yang membutuhkan penanganan segera.


Jenis-Jenis CVA


1. Stroke Ischemic


Merupakan jenis stroke yang paling sering terjadi. Stroke ini disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah otak akibat bekuan darah atau penumpukan plak pada pembuluh darah.


2. Stroke Hemorrhagic


Terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak sehingga menyebabkan perdarahan. Kondisi ini sering dikaitkan dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol atau kelainan pembuluh darah.


Faktor Risiko


Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke antara lain:


- Hipertensi (tekanan darah tinggi)

- Diabetes melitus

- Kolesterol tinggi

- Penyakit jantung

- Merokok

- Obesitas

- Kurang aktivitas fisik

- Konsumsi alkohol berlebihan

- Usia lanjut

- Riwayat stroke dalam keluarga


Gejala Stroke


Gejala stroke biasanya muncul secara tiba-tiba, antara lain:


- Wajah tampak mencong atau tidak simetris.

- Lengan atau tungkai terasa lemah atau lumpuh, terutama pada satu sisi tubuh.

- Sulit berbicara, bicara pelo, atau sulit memahami pembicaraan.

- Gangguan penglihatan pada salah satu atau kedua mata.

- Pusing hebat disertai kehilangan keseimbangan.

- Sakit kepala hebat yang muncul mendadak, terutama pada stroke perdarahan.


Kenali Metode "SEGERA KE RS"


Segera cari pertolongan medis apabila ditemukan tanda-tanda berikut:


- Senyum tidak simetris.

- Gerak salah satu lengan atau kaki melemah.

- Bicara pelo atau sulit dipahami.

- Segera menuju rumah sakit agar mendapatkan penanganan secepat mungkin.


Penanganan Stroke


Penanganan stroke bergantung pada jenisnya. Pada stroke iskemik, dokter dapat memberikan terapi untuk membuka sumbatan pembuluh darah apabila pasien datang dalam waktu yang memenuhi syarat. Pada stroke hemoragik, penanganan difokuskan untuk menghentikan perdarahan, mengendalikan tekanan darah, dan mengurangi tekanan di dalam otak. Setelah kondisi stabil, pasien akan menjalani rehabilitasi untuk membantu memulihkan fungsi tubuh.


Pencegahan Stroke


Stroke dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat, di antaranya:


- Mengontrol tekanan darah secara rutin.

- Menjaga kadar gula darah dan kolesterol tetap normal.

- Berhenti merokok.

- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

- Berolahraga minimal 150 menit per minggu.

- Menjaga berat badan ideal.

- Membatasi konsumsi garam, gula, dan lemak.

- Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama bagi yang memiliki faktor risiko.


Kesimpulan


Stroke merupakan kondisi yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian apabila tidak ditangani dengan cepat. Mengenali gejala sejak dini dan segera membawa pasien ke rumah sakit dapat meningkatkan peluang kesembuhan serta mengurangi risiko komplikasi. Menerapkan pola hidup sehat dan mengendalikan faktor risiko merupakan langkah terbaik untuk mencegah terjadinya stroke.


Bila ingin melakukan pemeriksaan dan konsultasi di "Klinik Neurologi" dapat melakukan reservasi layanan :

1. dr. Andi Prasetyawan, Sp. N., FMIN

- Senin s.d Jumat pukul 16.00 - 18.00

- Sabtu pukul 08.00 - 11.00


2. dr. Dinik Wuryani, Sp. N

- Senin s.d Jumat pukul 15.45 - 17.15